KARAWANG BeritaYudha |d | .Banjir yang kerap melanda Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, kembali berdampak pada aktivitas pendidikan di wilayah tersebut. Salah satu yang terdampak adalah SMPN 1 Telukjambe Barat, yang beberapa ruang kelasnya sempat terendam hingga mengganggu proses belajar mengajar.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, PWI Karawang melalui program PWI Peduli berkolaborasi bersama Pindodeli dan RSUD Jatisari menyalurkan bantuan buku dan perlengkapan sekolah untuk para siswa terdampak banjir.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (12/2) pagi di lingkungan SMPN 1 Telukjambe Barat, Desa Karangligar.
Ketua PWI Peduli Karawang, Iwan Sugriwa,didampingi Ketua PWI Karawang Nila Kusuma mengatakan bantuan ini diberikan untuk membantu para siswa yang perlengkapan sekolahnya rusak bahkan hilang akibat banjir yang terus berulang di Karangligar.
“Banjir di Karangligar bukan hanya merendam rumah warga, tapi juga berdampak langsung pada pendidikan. Banyak anak-anak yang perlengkapan sekolahnya rusak atau hilang. Karena itu PWI Peduli hadir, supaya mereka tetap semangat belajar meski dalam kondisi sulit,” ujar Iwan.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pindodeli dan RSUD Jatisari yang sudah berkolaborasi dan mendukung kegiatan ini. Semoga bantuan yang diberikan bisa bermanfaat dan meringankan kebutuhan para siswa,” tambahnya.
Salah satu penerima bantuan adalah Icha Amelia (14), siswi kelas 9 yang tinggal di wilayah Pengasinan. Icha mengaku banjir membuat hampir seluruh perlengkapan sekolahnya terendam.
Meski barang-barang sudah berusaha diamankan, ketinggian air tetap tak bisa terselamatkan. Buku pelajaran, buku tulis, rapor, tas hingga sepatu ikut terdampak. Seragam sekolah pun terendam, meski masih bisa digunakan.
Icha mengaku senang menerima buku baru, karena buku miliknya sebelumnya hilang akibat banjir. Meski banjir kerap mengganggu, ia tetap berusaha semangat mengikuti sekolah karena ingin lulus dan tidak tertinggal materi.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Telukjambe Barat, Subhan, mengatakan para siswa memang sangat membutuhkan bantuan perlengkapan sekolah karena banyak yang rusak dan hilang saat banjir.
“Siswa kami memang sangat membutuhkan peralatan sekolah karena memang terdampak saat banjir kemarin. Mudah-mudahan bantuan ini punya manfaat,” ujarnya.
Subhan juga memastikan, kegiatan belajar mengajar pascabanjir tetap berjalan agar siswa tidak kehilangan haknya dalam belajar.
“Kegiatan belajar mengajar pascabanjir tetap jalan. Anak-anak tidak kehilangan haknya dalam belajar,” tambahnya.
Ia menyebutkan, SMPN 1 Telukjambe Barat saat ini memiliki total 722 siswa dengan jumlah pengajar sebanyak 21 orang. Saat banjir terjadi, ketinggian air disebut mencapai sekitar 2 meter, sehingga hampir seluruh ruang kelas terendam. Bahkan beberapa meja dan kursi sempat hanyut terbawa arus.
Meski demikian, Subhan mengatakan fasilitas yang ada masih dinilai cukup memadai untuk kembali menjalankan pembelajaran.***
Editor : Syarip Hidayat
































